Senin, Mei 11

Pemuda dalam sosialisasi

Pemilihan Presiden periode 2009 pun sebentar lagi akan segera berlangsung.
Hari demi hari pun berganti dengan cepat nya, tanpa terasa 2 bulan lagi PEMILU PRESIDEN pun terlaksana, ya tepat nya di hari Minggu 5 Juli 2009.

Tapi, seberapa jauhkan kita sebagai kaum muda bangsa ini mengetahui perkembangan yang terjadi mengenai hal tersebut?
Seberapa pentingkah PEMILU yang akan digelar ini bagi kaum muda?
Dan seberapa kah pengaruh keberadaan kaum muda dalam pemlihan tersebut?

Kami pun ikut tergugah dan penasaran dengan beberapa pertanyaan tadi yang muncul ketika kami duduk bersama dan membuka wacana mengenai pemilihan Presiden yang akan berlangsung.
Rasa penasaran itu pun tidak seketika muncul dalam benak kami, itu semua tercipta lantaran sebuah bentuk sosialisasi yang kurang memuaskan.

Coba kita perhatikan bentuk sosialisasi yang tercipta pada PEMILU Legislatif yang telah terlaksana 9 April 2009 kemarin.
Bisa kita bilang bahwa sosialisasi yang terjadi ialah gagal.
Mengapa?

Karena berdasarkan data yang ada dari pelaksanaan tersebut PEMILU kemarin terbukti lebih dari 40% warga memilih untuk GOLPUT alias golongan putih.
Memang kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan gagal nya bentuk sosialisasi yang ada, tapi jika kita telusuri, alasan tersebut mempunyai kendali yang cukup besar.

Ketidak mengertian pemilih dalam tata cara memilih yang baik, kebingungan yang muncul untuk memilih siapakah calon legeslatif yang ada hingga kapan pemilihan itu pun akan terlaksana merupakan sebuah bentuk dari sosialisasi yang tidak baik.

Ciri - ciri ini pun mulai terlihat dalam pemilihan Presiden kali.
Coba bayangkan saja, masih banyak kaum muda dan kaum dewasa bangsa ini tidak mengetahui siapa saja kah calon - calon pemimpin bangsa ini.
tidak hanya itu saja, kami pun sempat bertanya - tanya mengenai kapan sebenar nya pemilihan ini akan berlangsung.
Bagaimana kita ingin mengharapkan sebuah bentuk pemilihan berlangsung dengan baik begitu pula dengan pengharapan atas jumlah GOLPUT pun kecil sedangkan bentuk sosialisasi yang ada pun sangatlah buruk!!!!

2 komentar:

  1. Menurut saya, persiapan untuk pemilu presiden 2009 ini kurang karena terlihat dari pemilu yang kemarin banyak masyarakat sekitar saya yang tidak memilih dikarenakan tidak mendapat kartu pemilih..namun mereka juga tidak terlalu merasa keberatan atas hal itu, karena mereka juga bingung dalam memilih calon legislatif yang ada.

    Pemilu Presiden 2009 ini juga, saya merasakan suatu keanehan saat surat pengurusan kartu Pemilu yang datang kerumah saya dengan kalimat "Jika bapak/ibu ingin memilih untuk Pemilu Presiden 2009 maka dapat menghubungi ketua RT".
    Menurut saya, seharusnya kata "ingin" itu diganti dengan "diharuskan memilih"..
    berarti jika kita ingin memilih, kita harus mengurus kartu tersebut..
    namun jika kita tidak ingin memilih, kita tidak perlu mengurus kartu tersebut.

    BalasHapus
  2. Setuju sama yang diatas..
    Memang pemilu kali ini agak janggal..

    BalasHapus